Filed under: The way I see it
Bom Bali… tadi malam baru aja terjadi lagi… gue nggak ngerti maksud orang-orang itu. Demi apa mereka melakukan itu semua? Demi sorga? Untuk membela agamanya? Atau untuk menularkan ideologinya? Segala macam “ism” “ism”…
Hmm… jadi inget kata-kata seseorang dalam film (nggak tau film apa),
“There is only one ism: Humanism.”
Yach.. bukankah seharusnya semua itu seharusnya berdasarkan kemanusiaan aja. Bodo amat lah agama apa yang membesar. Ideologi apa yang akan bertahan. Nggak usah ngurusin moralitas orang lain deh. Tiap-tiap orang punya standar moralnya sendiri-sendiri. Nggak usah sirik kalo standar moral lo nggak diikutin sama orang lain. Yang penting… nggak saling mengganggu…
Jadi inget lagu Iwan Fals (kalo nggak salah manusia setengah dewa),
“Masalah moral… masalah akhlak… biar kami cari sendiri. Urus saja moralmu… Urus saja akhlakmu… Peraturan yang sehat yang kami mau.”
Ketika memikirkan Bom Bali… gue jadi teringat lagu yang diciptakan John Lennon setelah keluar dari The Beatles. Karena gue punya MP3-nya, maka gue menyetelnya… dan bernyanyi, demikian:
Imagine there’s no heaven…
It’s easy if you try..
No hell below us.. Above us only sky
Imagine all the people… living for today
Imagine there’s no country…
It isn’t hard to do..
Nothing to kill or die for… And no religion too
Imagine all the people… living life in peace
You may say I’m a dreamer
But I’m not the only one
I hope someday you will join us
And the world will be as one
Hmm… gue potong aja lah ya… Segitu udah cukup. By the way, judul lagunya “Imagine”. Tapi pasti udah banyak yang tahu. Well, sekarang, gue cuma bisa bersedih.. dan bersama Lennon memimpikan hal yang serupa. Mungkin gue punya usaha juga.. tapi apakah itu ngaruh? Wah.. ndak tahu ya. Setelah beribu-ribu tahun umur peradaban manusia… setelah dunia terbuka lebar… manusia tetep gitu-gitu aja. Seperti kata Freddy Mercury (Queen), “Life is real, life is so real, life is cruel, life is a bitch, life is real” (Life is real - Song for Lennon).